Saturday, April 26, 2014

Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis dan Meiosis) Proses dan Tujuannya

Pembelahan sel adalah suatu proses pembelahan dari sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Dimana pembelahan sel bertujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan, mengganti sel-sel yang telah rusak atau mati, berkembang biak, serta variasi individu baru dll.

Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul “Transportasi Sel dan Mekanismenya” dan pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai “Pembelahan Sel (Amitosis, Mitosis dan Meiosis) Proses dan Tujuannya”, Selamat membaca!

Sebelum masuk ke macam-macam cara pembelahan sel dan mekanismenya, ada baiknya anda terlebih dahulu memahami istilah dan konsep dasar pada pembelahan sel berikut :

  • Sel yang membelah disebut dengan sel induk
  • Hasil dari pembelahan sel induk dinamakan dengan sel anak

Macam-macam Cara Pembelahan Sel

Ada dua cara pembelahan sel secara umumnya yaitu, pembelahan langsung (amitosis) dan pembelahan secara tak langsung yang terdiri atas Pembelahan Mitosis dan Pembelahan Meiosis(Pembelahan Reduksi). Baiklah mungkin sahabat mulai mendapatkan gambaran tentang pembelahan sel, bagaiamana selanjutnya? Silahkan lanjutkan membaca!

A. Pembelahan Sel Secara Amitosis

Pembelahan amitosis, secara etimologi (secara bahasa) berasal dari penggabungan kata a dan mitos. Dimana A = tidak dan Mitos = benang, jadi pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung atau disebut juga dengan pembelahan sederhana yang didahului dengan pembelahan inti tanpa didhului pembentukan benang spindel, penampakan kromosom, peleburan membran inti dan ciri lainnya. Pembelahan secara langsung ini, basanya terjadi pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) atau pada prokariota misalnya pada Amoeba, Paramecium, Alga biru dll. Pada pembelahan ini, sel anak mewarisi sifat induknya sehingga pembelahan amitosis menghasilkan turunan yang sifat sel anaknya  identik dengan sel induknya.

Pada proses pembelahan amitosis, inti terbelah dahulu menjadi dua bagian, yang mana inti tersebut langsung didistribusikan pada sel anak, dan dan kemudian diikuti dengan pembelahan pada sitoplasmanya dan membran sel. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gabar dibawah ini secara seksama!

pembelahan sel amitosis, pembelahan sel mitosis, pembelahan sel meiosis, reproduksi sel, siklus sel perbedaan mitosis dengan mieosis

Ciri-ciri Pembelahan Amitosis :

  • Terjadi pada organisme uniseluler (bersel tunggal) seperti pada : amoeba, parameciu, alga biru dll.
  • Setipa sel membelah menjadi dua sel anakan

Tujuan pembelahan Amitosis :

  • Untuk reproduksi (memperbanyak diri)
B. Pembelahan sel Secara Mitosis
pembelahan sel amitosis, pembelahan sel mitosis, pembelahan sel meiosis, reproduksi sel, siklus sel perbedaan mitosis dengan mieosis

Pembelahan mitosis termasuk kedalam pembelahan sel secara tidak langsung, karena pembelahan inti (nukleus) didahului oleh pembentukan benang-benang kumparan sperma (kromosom). Biasanya terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatic) dan sel nutfah. Pembelahan secara mitosis akan menghasilkan dua sel anakan yang masing-masing sel anak tersebut, mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Sel-sel tersebut memiliki perbedaan kemampuan dalam kecepatan membelah, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Contohnya pada sel-sel germinatikum pada kulit yang mampu melakukan pembelahan secara cepat untuk menggantikan sel-sel yang rusaka atau sel-sel yang sudah mati. Pada hati, proses pembelahannya berlangsung lama, yaitu dalam waktu tahunan.

Siklus sel adalah urutan-urutan tertentu dalam mekanisme pembelahan sel hingga pembelahan sel lagi untuk membentuk sel anakan. Dan siklus ini terbagi menjadi dua fase yaitu interfase dan fase mitotik.

Tahap Pembelahan Mitosis

1. Interfase (Fase Istirahat)

Interfase merupakan fase istirahat dalam pembelahan sel. dimana pada fase ini, sel melakukan berbagai persiapan untuk melakukan pembelahan selanjutnya dan membutuhkan waktu yang lama dibandingkana dengan fase mitotik (fase pembelahan). Interfase terbagi atas tiga fase yaitu :

a. fase G1 (Fase Growth 1/ Fase Pertumbuhan)

Fase G1 atau fase pertumbuhan merupakan fase yang berlangssung selama 9 jam dan termasuk fase yang paling aktif. Pada fase G1 ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan sehingga sel bertambah ukurannya dan volumenya.

b. fase S (Fase Sintesis)

Fase ini berlangsung selama 10 jam dan merupakan fase pembentukan (sintesis) DNA atau penggandaan kromosom.

c. Fase G2 (Fase Gwroth 2/ Fase Pertumbuhan 2)

Pada fase ini terjadi proses sintesis protein, dan pada fase ini sel siap untuk melakukan pembelahan.

2. Mitosis (Fase Pembelahan)

Ciri-ciri Pembelahan Mitosis :

  • Prosesnya berlangsung pada sel somatik
  • Menghasilkan dua sel anakan yang sifatnya identik dengan sel induknya
  • Terjadi satu kali pembelahan dengan 4 fase yaitu : Profase, Metafase, Anaphase dan Telofase.
  • Antara satu pembelahan dengan pembelahan selanjutnya, terdapat suatu fase yang disebut interfase (fase istirahat).
  • Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom induknya dan sel anak mampu untuk membelah lagi.
  • Pada usia muda, dewasa dan tua, pembelahan secara mitosis dapat terjadi.

Fase mitosis (fase terjadi pembelahan) tidak diawali oleh interfase, melainkan interfase merupakan fase antara mitosis dengan mitosis selanjutnya. Jadi antara mitosis dengan mitosis selanjutnya terdapat interfase, dimana pada interfase tersebut sel melakukan berbagai persiapan untuk proses mitosis selanjutnya. Pembelahan sel secara mitosis terbagi pula menjdi 2 fase yaitu kariokinesis dan sitokinesis. Berikut penjabarannya…

*Kariokinesis

Kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa tahap diantaranya : Profase, Metafase serta Telofase. Dan setiap fase-fase tersebut terdapat pula ciri-ciri yang berbeda didalam tiap-tiap fase tersebut. Diantara beberapa aspek yang berbeda adalah pada kromosom, membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Berikut fase pada kariokinesis beserta ciri-cirinya :

a)  Profase

1.   Hilangnya nukleus (inti) dan nukleolus (anak inti)
2. Benang-benang kromatin berubah menjadi kromosom dan selanjutnya, setiap keromosom membelah menjadi kromatid dengan 1 sentromer.
3.  Pasangan sentriol yang berada dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan.
4.  Benang-benang spindel atau disebut juga dengan serat-serat gelendong, terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.

b)  Metafase

Setiap kromosom yang terdiri atas satu pasang kromatid menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang ekuator (bidang pembelahan), dan kemudian menggantung pada benang spindle melalui sentromer atau kinetokor.

c)  Anaphase

Sentromer dari setiap kromosom, membelah sehingga menjadi dua bagian dengan masing-masing 1 kromatida. Selanjutnya setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan. Dan pada akhir anaphase, semua kromatida sampai pada kutub masing-masing.

d) Telofase

1. Kromatida yang berada pada kutub berubah kembali menjadi benang-benang kromatin.
2.  Dinding inti terbentuk kembali dan nukleolus membentuk dua inti baru.
3.  Benang-benang spindle menghilang
4. Terjadi sitokinesi (pembelahan sitoplasma) menjadi dua bagian, dan terbetuk membran plasma(membran sel) pemisah ditengah bidang ekuator (bidang pembelahan). Hasilnya terbentuklah 2 sel anak yang memilik kromosom yang sama dengan kromosom indunya.

Hasil dari Mitosis :

1. Satu sel induk (diploid) menjadi dua sel anak yang masing-masing diploid
2. Jumlah kromosom sel anak sama setelah pembelahan tadi, sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

* Sitokinesis

Pada proses sitokinesis, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi 2 melalui terbentuknya cincin kontraktil yang dibentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel, dimana cincin kontraktil tersebut membentuk alur pembelahan yang akhirnya terbentuknya dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk tersebut mengandung organel-organel sel dan inti sel.

C. Pembelahan Meiosis

pembelahan sel amitosis, pembelahan sel mitosis, pembelahan sel meiosis, reproduksi sel, siklus sel perbedaan mitosis dengan mieosis

Pembelahan secara meiosis adalah pembelahan sel dimana setiap sel kromosomnya dibagi menjadi dua. Pembelahan meiosis disebut juga dengan pembelahan reduksi, karena menghasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari kromosom sel induknya. Terjadi pada alat reproduksi/gametogonium pada saat gametogenesisi (pembentukan gamet).  Dalam proses pembelahan meiosis, pembelahan terjadi dua kali secara berturut-turut tanpa dselingi dengan interfase (fase intirahat).

Tujuan dari Pembelahan Meiosis

·     Mereduksi kromosom (mengurangi jumlah kromosom)
·     Membentuk gonad/ gametogenesis
·    Tujauan dari rduksi adalah membentuk hasil zygot dari pertemuan sel goand yang selalu sama dengan individu yang ada atau sebelumnya.

Ciri-ciri Pembelahan Meiosis

  • Berlangsung pada organa genetalia (organ reproduksi)
  • Menghasilkan empat sel anakan
  • Terjadi duakali pembelahan yaitu, Meiosis I dan Meiosis II
  • Tidak diselingi dengan interfase (fase istirahat)
  • Sel anak mempunyai separuh jumlah kromosom dari jumlah kromosom induknya
  • Sel anak tidak memiliki kemampuan untuk membelah lagi
  • Pembelahan meiosis mulai terjadi pada pubertas

Tahapa-tahap Pembelahan Meiosis

  1. Meiosis I

Meiosis I terbagi empat (Profase I – Metafase I – Anafase I – Telofase I)

1) Profase I

Profase I dibagi menjadi beberapa tahap, diantaranya :

·   Leptonema adalahbenang-benang kromati menebal menjadi kromosom

·  Zigonema adalah tiap kromosom homolog bergandengan, dan tiap pasang kromosom homolog disebut dengan bivalen

· Pakinema adalahtiapa bagian dari kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalah ikatan 1 sentromer sehingga membentuk tetrad

· Diplonema adalah kromatid dari tiap belahan kromosom memendek dan membesar, serta tampak saling menjauhi tetapi tetap terikat bersama oleh kiasmata (terjadinya pindah silang (crossing over)).

·  Diakinesis adalah kromatid masih melanjutkan gerakan untuk salaing menjauhi dan kiasmata mulai bergerak kearah ujung-ujung kromosom, kemudian sentrososm membentuk 2 sentriol yang masing-masing membentuk benang spindle atau benang gelondong pembelahan. Satu sentriol bergerak kearah kutub yang berlawanan sendangkan yang satunya llagi tetap pada posisi semula. Nukleoplasma (membran inti) dan nukleolus (anak inti) menghilang.

2)  Metafase I

Setiap tedrad, berada pada bidang metaphase atau dataran metaphase

3)  Anafase I

Tiap-tiap tetrad memisahkan diri dari pasangannya, kemudian bergerak kearah kutub yang berlawanan. Sentromer belum membelah.

4)      Telofase I

Tiap-tiap tetrad makin mendekatai kutub, membran inti dan nukleoplasma muncul kembali, terbentuknya bidang pembelahan pada bagia tengah sel, kromatid meregang dan membentuk benang-benang kromatin, serta terbentuknya dua sel anak yang jumlah kromosonya sama dengan jumlah kromosom induknya.

  1. Meiosis II

1. Profase II

·  Sentrosom membentuk 2 sentriol yang letaknya berlawanan ktub, yang dihubungkan oleh benang spindle.
·   Nukleoplasma dan nukleus hilang
·  Kromatin berubah kromosom yang dijerat oleh benang spindle atau benang gelendong

2. Metafase II

·         Kromosom berada pada bidang equator
·         Kromatid bergandengan (berkelompok) dua-dua
·         Sentromer belum membelah

3. Anafase II

·  Tiap-tiap tetrad memisahkan diri dari pasangannya, kemudian bergerak kearah kutub yang berlawanan.

4. Telofase II

· Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan, kemudian berubah menjadi kromatin
·   Nukleoplasma dan nukleus terbentuk lagi
·   Pada akhir pembelahan meiosis II, terbentuk empat sel yang masing-masing sel mengandung separuh dari kromosom induknya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan perbedaan antara pembelahan Mitosis dengan Mieosis :

No.
Kriteria Perbedaan
Mitosis
Meiosis
1.
Lokasi pembelahan
Sel-sel tubuh dan sel gonad
Sel gonad/ sel kelamin
2.
Jumlah pembelahan
Satu kali
Dua kali
3.
Jumlah sel anak hasil pembelahan
Satu sel induk menghasilkan dua sel anak
Satu sel induk menghasilkan 4 sel anak
4.
Jumlah kromosom anak
Diploid (2n) diploid (2n)
Diploid (2n) haploid (n)
5.
Pindah silang
Tidak terjadi
Terjadi pada profase I
6.
Komponen genetik
Sama dengan induk
Berbeda dengan  induk
7.
Tujuan
Pertumbuhan dan regenerasi
Reduksi kromosom yaitu pembentukan gamet

Sekarang coba perhatikan bagan dibawah ini dengan seksama !!!

pembelahan sel amitosis, pembelahan sel mitosis, pembelahan sel meiosis, reproduksi sel, siklus sel perbedaan mitosis dengan mieosis

Demikianlah artikel kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. jika ada kesalahan dalam penulisan atau ada bagian yang keliru, hendaklah sahabat tidak sungkan-sungkan untuk berkomentar dibawah ini. Tetaplah bersama blog Hewan dan Ternak untuk mendapatkan informasi-informasi menarik lainnya! :)

Silahkan lanjutkan membaca ! :

* Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Serta Tabelnya


Pustaka :

http://belajarbioyuk.blogspot.com/2010/12/pembelahan-sel.html
http://bupenny.blogspot.com/p/blog-page_1.html
http://carabuatbloggampangdanmudah.blogspot.com/2012/10/makalah-biologi-siklus-dan-pembelahan_2019.html
http://biologiklaten.wordpress.com/bab-26-pembelahan-sel-xii/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelahan_sel

Friday, April 25, 2014

Transportasi Sel dan Mekanismenya

Artikel akan membahas mengenai "Transportasi Sel dan Mekanismenya" yang merupakan lanjutan dari artikel "Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)"Salah satu peran membran plasma pada sel adalah sebagai pintu gerbang lalu lintas zat dari dan kedalam sel. Begitu banyak lagi terus-menerus zat yang melewati membran sel tersebut menyebabkan terjadinya lalu lintas.

Lalu lintas pada membran tersebut dibagi menjadi 2 yaitu dengan transport pasif dan transport aktif.

Transpor Pasif

Transport pasif adalah perpindahan molekul-molekul yang melewati gradien konsentrasinya yang tidak membutuhkan energi dan bersifat spontan. Yang termasuk kedalam transport pasif adalah difusi, difusi terfasilitasi dan osmosis.

a. Difusi

Difusi adalah perpindahan zat terlarut dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi antara kedua zat tersebut disebut dengan gradien konsentrasi. Difusi akan berlanjut sampai gradien tersebut telah diileminasi (dikeluarkan). Setelah gradien konsentrasi telah dieliminasi,maka tidak ada lagi pertukaran atau pergantian senyawa yang terjadi. Meskipun senyawa dapat melintasi keluarnya dari 1 daerah kedaerah lainnya sehingga akan diimbangi dengan pergerakan jumlah senyawa yang sama kearah berlawanan.


Secara biologis, difusi sangatlah penting. Karena gradien konsentrasi dalam tubuh akan dieliminasi. Contohnya, aktivitas metabolisme yang mengkonsumsi O2 yang akan mengurangi konsentrasi dalam darah, maka difusi O2 dalam alveoli pada paru-paru memungkinkan untuk diisi kembali. Kedua zat partikel yang terlarut sebagai zat terlarut dan pelarutnya sebagai larutan yang mengalami difusi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju difusi melintasi membran plasma :

  • Keracunan dari gradien konsentrasi : semakin besar perbandingan antara kedua sisi membran, maka semakin tinggi pula laju difusi dan sebaliknya.

  • Suhu : semakin tinggi suhu, maka semakin cepat laju difusi dan sebaliknya

  • Penyebaran massa zat : semakin besar penyebaran massa partikel, maka semakin lambat lju difusi dan sebaliknya.
  • Luas permukaan : semakin luas permukaan membran maka semakin cepat laju difusinya dan sebaliknya.

  • Adanya cairan tambahan : contohnya pada pneumonia (radang paru-paru), maka cairan pada paru-paru akan meningkat, dan cairan tersebut bisa menjadi memperlambat dari difusi oksigen melalui membran ke aliran darah.

* Difusi Terfasilitasi

Difusi sederhana dengan difusi terfasilitas memiliki perbedaan yaitu, difusi terfasilitasi terjdai melalui carrier spesifik dan memiliki kepeceatan transport maksimum. Suatu bahan yang ditransport dengan cara difusi terfasilitasi ini akan terikat dahulu pada carrier protein yang spesifik, dan kemudian ikatan tersebut akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan tersebut kedalam sel. jika konsentrasi bahan tersebut terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan teersbut sehingga kecepatan difusi menjadi maksimal, dan hal ini tidak terjadi pada difusi sederhana.

Transport­ Ion­­ Channel

Transport­ Ion­­ Channel digunakan bagi ion-ion yang sulit ditransport dengan difusi akibat dari muatan listriknya. Ion channel memiliki sifat yang sangat selektif dan terbukanya channe tersebut diakibatkan oleh potensial listrik yang ada disepanjang membran sel dan melalui neurotransmitter.


b. Osmosis

pengertian transportasi sel, sistem transportasi sel, proses transportasi sel, contoh transportasi sel, gambar transportasi sel, mekanisme transport sel, mekanisme transport membran

Osmosis adalah perindahan dari larutan berkonsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi melalu suatu membran semi permeabel. Membran semi permeabel tersebut hasus dapat dilewati oleh pelarut tetapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien konsentrasi sepanjang membran. Osmosis merupakan peristiwa yang alami dan peristiwa tersebut dapat dihambat dengan meningkatkan konsentrasi yang lebih rendah sampai gradien konsentrasinya sama. Dan osmosis akan terhenti karena tidak ada lagi perbedaan konsentrasi.

pengertian transportasi sel, sistem transportasi sel, proses transportasi sel, contoh transportasi sel, gambar transportasi sel, mekanisme transport sel, mekanisme transport membran

Contohnya, pada darah yang ditambahkan air, maka air akan masuk kedalah sel darah. Molekul air tersebut akan masuk kedalam molkeul darah dan mengakibatkan tekanan dan volume darah menjadi naik.  Dan tekanan tersebut disebt dengan tekanan osmosis, dimana pelarut memberikan tekanan terhadap zat terlarut.



b. Transport Aktif


pengertian transportasi sel, sistem transportasi sel, proses transportasi sel, contoh transportasi sel, gambar transportasi sel, mekanisme transport sel, mekanisme transport membran

Transport aktif adalah perpindahan  yang memerlukan energi untuk memasukkan dan mengeluarkan ion-ion dan molekul melalui membran sel semi permebel. Transport aktif bertujuan untuk menjaga kestabilan molekul-molekul kecil didalam sel. transort aktif dipengaruhi oleh muatan listrik diluar maupun didalam sel. muatan listrik tersebut ditentukan oleh ion-ion diantaranya, ion kalium, ion natrium dan ion klorin. Jika sel didinginkan maka transport aktif dapat berhenti dan bisa menyebabkan keracunan atau kekurangan energi.

Protein integral pada membran diperlukan pada transport aktif sebagai molekul pengangkut. Dimana didalam molekul tersebut  terdpat situs pengikatan. Proses transort aktif dimaulai dengan pengambilan tiga ion natrium dari dalam sel dan mengmpati posisi pengikatan protein integral, dimana energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral membran yang sebelmunya membuka kearah dalam sel berubah arah buakaannya keluar sel. Kemudian dari luar sel, 2 ion kalium menempati posisi situs pengikatan pada protein integral. Dan bentuk protein integral pada membran berubah, yang sebelumnya membuka kedalam sel dan kemudian ion kalium dilepaskan kedalam sel.

a. Endositosis

Endositosis adalah perpindahan molekul dari materi yang sangat kecil kedalam sel dengan membentuk vesikula baru dari membran plasma. Langkah-langkah endositosis pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis, sebagian kecil dari luas membran plasma terbenam kedalam membentuk kantong. Ketika kantong tersebut semakin dalam, kantong tersebut terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang didapatkan dari luar sel. 

Endositosis dibutuhkan untuk berbagai fungsi yang penting bagi sel, karena endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses misalnya, masuknya obat, pertumbuhan dan differensiasi, mitosis, polaritas sel, presentasi antigen, neurotransmisi, masuknya patogen, reseptor sinyal, pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi.

Proses endositosis termasuk kedalam transport aktif, karena proses tersebut melawan kadar gradien yaitu dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi serta memerlukan energi. Endositosis terbagi menjadi dua yaitu, fagositosis dan pinositosis.

pengertian transportasi sel, sistem transportasi sel, proses transportasi sel, contoh transportasi sel, gambar transportasi sel, mekanisme transport sel, mekanisme transport membran

  1. Fagositosis, disebut juga dengan pemakan seluler, dimana dalam prosesnya sel memakan suatu partikel dengan pseudopod yang membaluts disekeliling partkel tersebut dan membungkusnya pada kantong berlapis membran yang cukup besar (digolongkan sebgai Vakuola), dimana partikel tersebut dicerna setelah vakuola berakumulasi dengan lisosom yang mengandung hidrolitik (sejenis enzim yang menghancurkan).


  1. Pinositosis, disebut juga dengan peminum seluler, karena pada prosesnya sel meneguk tetesan fluida ekstraseluler didalam vesikula (kantong) kecil.

b. Eksositosis

Eksositosis adalah proses sel mensekresikan makromolekul dengan cara mengakumulasikan(menggabungkan) vesikula dengan membran plasma, vesikula transport (kantong transport) yang terlepas dari aparatus golgi dipindahkan oleh sitoskleton ke membran plasma. Dan ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, maka molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri shingga kedua membran tersebut bergabung. 

Banyak sel sekretoris menggunakan cara eksositosis untuk mentransport (mensekresikan) produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Contohnya, sel beta pada pankreas menghasilkan insulin yang akan dikirim ke saluran darah melalui eksositosis.

Demikianlah artikel kali ini, tetaplah terus bersama blog "Hewan dan Ternak" dan temukan berbagai artikel menarik lainnya! :)

Pustaka :

http://andawandasari.blogspot.com/2011/11/transportasi-membran-sel.html
http://biologifuntirta.blogspot.com/2012/06/transpor-aktif-dan-transpor-pasif.html
http://ceritabiologi.wordpress.com/2012/06/14/transportasi-sel/

Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)

Sel merupakan satuan unit terkecil yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, termasuk hewan. Maka dari pada itu mempelajari sel merupakan basic ilmu dari mempelajari suatu organisme.

Dan artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu mengenai "Komponen Penyusun / Struktur Kimiawi Sel (Biologi)" 

 Sel hewan dan tumbuhan mempunyai struktur penyusun yang secara keseluruhan ada perbedaan walaupun banyak juga persamaan, dimana setiap komponen/elemen ada pada sel hewan namun tidak ada pada sel tumbuhan dan sebaliknya. Tetapi perbedaan struktur sel tersebut kembali lagi kepada fungsinyayang berbeda pula yang dibutuhkan sel hewan maupun sel tumbuhan.

sel hewan dan keterangannya, bagian-bagian sel hewan, fungsi sel hewan, sel hewan dan bagian-bagiannya, struktur sel sel hewan, gambar sel hewan
Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)

Itulah sedikit gambaran antara sel hewan dan sel tumbuhan, namun  pada kesempatan kali ini fakus kita pada sel hewa saja. Mengingat judul dari blog ini Hewan dan Ternak, namun tidak mustahil juga jika suatu saat pembahasan didalam blog ini mengenai tumbuhan atau manusia. Kenapa? Karena manusia, hewan dan tumbuhan selalu saling berhubungan yang mustahil untuk dipisahkan.

Struktursel hewan, secara umum tersusun atas protoplasma. Protoplasma adalah komponen hidup dalam sel yang berupa cairan koloid yang merupakan campuran bahan-bahan organik seperti karbohidrat, protein, lemak dan juga bahan organik lainnya serta organel-organel sel tetapi biasanya tidak termasuk vakuola yang besar. Protoplasma terdiri atas 3 bagian utama yaitu membran sel, sitoplasma dan inti sel (nukleus).

a. Membran sel

Membran sel atau disebut juga dengan membran plasma merupakan bagian sel yang sangat penting bagi sel, mengapa demikian? Mengingat kepada fungsi dari membran sel tersebut sangatlah krusial, dengan memahami fungsi membran sel dibawah ini maka anda akan memahami sampai dimana dan bagaimana pentingnya membran sel tersebut.

Fungsi Membran Sel (Membran Plasma)

  • Sebagai sekat pembatas antar sel
  • Sebagai pelindung sel agar komponen dalam sel tetap terjaga
  • Sebagai pengontrol transportasi sel, reseptor atau penerimaan rangsangan yang berasal dari luar sel. Sehingga membran bisa menentukan bahan-bahan apa saja yang bisa melintasinya
  • Menjaga perbedaan utama isi sel dengan lingkungan sekitar sel
  • Sebagai reseptor
  • Mengontrol pengeluaran dan pemasukan zat dari dan keluar sel
  • Tempat terjadinya berbagai reaksi biokimia

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian terluar yang membungkus sel hewan. Membran sel selektif permeabel dan juga selektif permeabel. Dikatakan selekif permeabel karena membran sel hanya bisa dilewati oleh molekul-molekul tertentu seperti, glukosa, gliserol, asam amino dan berbagai ion. Dikatakan bersifat semi permeabel karena dapat dilewati oleh air dan gas yang terlarut.

Fosfolipid dan protein pada membran plasma mempengaruhi fungsi spesifik dari membran plasma tersebut.Tadi dikatakan bahwa membran sel sebagai pengontrol transportasi sel. Terus pertanyaannya bagaima pula transportasi zat melalui membran plasma tersebut?. Jawab : berdasarkan kebutuhan energi, transport sel tersebut terbagi atas dua yaitu transpor aktif dan transpor pasif.

Transpor pasif adalah dimana dalam melakukan transpor tidak memerlukan energi misalnya osmosis dan difusi. Sedangkan transpor aktif adalah dimana dalam melakukan traspor memerlukan energi misalnya, tranport ion, endositosis dan eksositosis. Dan mengenai mekanisme transport pada sel ini insya allah akan dibahas khusus pada artikel selanjutnya.

b. Inti sel (Nukleus / Nucleus)

Inti sel atau nukleus biasanya posisinya ditengah-tengah sel. Dan umumnya secara normal satu sel mempunyai satu inti dan ada juga lebih dari satu inti misalnya pada sel otot lurik. Inti sel berisikan butir-butir kromatin yang dihubungkan oleh benang-benang kromatin membentuk gulungan benang kromatin dan mengandung komponen genetik (pembawa sifat) yaitu uantaian DNA. 

Nukleus mengandung cairan inti yang disebut nukleoplasma, yang disusun atas molekul asam inti yaitu DNA/RNA, protein inti serta benang-benang kromatin. Didalam inti sel terdapat anak inti yang disebut dengan nukleolus. Nukleolus berstruktur bulat padat dan tidak bermembran, nukleolus diperlukan untuk membentuk molekul RNA. 

Fungsi inti sel diantaranya sebagai pengontrol seluruh aktivitas sel dan pewarian sifat. Dan nukleolus berfungsi membentuk berbagai macam molekul RNA, spesifiknya pembentukan RNA Ribosom.

c. Sitoplasma

Sitoplasmamerupakan bagian hidup dalam sel yang dibungkus oleh membran plasma dan tidak termasuk inti sel (nukleus) dan didalam sitoplasma terdapat perlengkapan-perlengkapan sel yang disebut organel sel. Dalam sitoplasma juga terdapat cadangan makanan berupa glikogen, pati, tepung dan lemak. Sitoplasma berperan berbagai aktivitas sel misalnya, metabolisme sel, gerakan dan biosintesis unsur dll.

Organel-organel Sel yang Terdapat dalam Sitoplasma antara lain:

1. Mitokondria

Secara etimologi mitokondria berasal dari kata mitos (benang) dan chondrion (butir). Sehingga mitokondria tampak seperti butir benang yang tersebar didalam sitoplasma. Yang jumlahnya dapat mencapai 800 buah dalam satu sel.


Mitokondria mempunyai membran rangkap yaitu membran luar dan membran dalam. Membran luar berstruktur polos dan membran sebelah dalam melipat-lipat kedalam raungan membentuk rigi-rigi. Didalam mitokondria terdapat matriks yang pada dasarnya disebut dengan krista. Dimana didalam matriks tersebut terdapat DNA mitokondria.

Gen-gen pada nukleus akan memberikan informasi atau perintah untuk membentuk enzim-enzim tertentu pada sitoplasma, yang selanjutnya enzim-enzim tersebut masuk kedalam mitokondria yang menyebabkan mitokondria bisa membentuk enzim sendiri dan berkembang dengan baik.

Fungsi mitokondria diantaranya sebagai pusat respirasi sel dan sebagai penghasil energi terbesar didalam sel. Oleh sebab itu pada pengamatan sel-sel yang membutuhkan energi banyak, ditemukan banyak mitokondria misalnya pada sel kelejar, sel otot dan sel lainnya.

2. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma atau yang disingkat dengan RE, merupakan saluran berkelok-kelok yang berfungsi sebagai penghubung membran sel dengan membran inti. Setiap sel selalu membentuk protein maka dari itu setiap sel selalu mengandung RE. Dan RE dikelompokkan menjadi dua berdasarkan ada dan tidak adanya ribosom yang menempel, yaitu :

a. RE bergranula kasar, merupakan RE yang mengandung ribosom. Berperan sebagai penampung protein yang disintesis oleh ribosom.
b. RE bergranula halus, merupakan RE yang tidak mengandung ribosom. Berperan membentuk molekul-molekul lemak(lipid), fosfolipid serta steroid.

3. Ribosom

Struktur ribosom seperti butiran-butiran yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau menempel pada RE (RE bergranula kasar). Dan secara sruktur, ribosom terdiri atas dua sub-unit yaitu, sub-unit besar (60-S) dan sub-unit kecil (40-S).

Fungsi ribosom diantaranya adalah sebagai tempat pembentukan protein dalam sel. Dan pada ribosom paling sedikitnya terdapat tiga jenis RNA (mRNA, rRNA, dan tRNA)  yang dibutuhkan untuk membaca kode yang dikirim dari nukleus, sehingga kode tersebut bisa diterjemahkan jenis protein mana yang akan dibentuk dalam ribosom.

Perbedaan ribosom pada RE (Retikulum Endoplasma) dengan ribosom bebas :
Ribosom yang menempel pada RE akan ditampung dalam ruang RE , ang berfungsi sebgai enzim protein, reseptor pada permukaan sel dan sebagai pengangkut protein. Sedangkan ribosom bebas dalam sitoplasma umumnya protein-protein yang dibuatnya digunakan oleh sel itu sendiri.

4. Badan Golgi / Kompleks Golgi

Kompleks golgi atau sering juga disebut dengan badan golgi, pertama kali ditemukan pada sel syaraf oleh Camilo Golgi, yang merupakan seorang sarjana kebangsaan Italia pada tahun 1898. Badan golgi terdiri atas kantung-kantung pipih (sistema).

Protein-protein yang dibentuk oleh ribosom pada REK (Retikulum Endoplasma Kasar) yang berperan sebagai membran retikulum endoplasma akan terlepas menuju badan golgi. Selanjutnya dalam ruang badan golgi ini protein diolah kembali, seperti mendapat asupan karbohidrat, gugus fosfat atau gugus lemak. Setelah diolah sempurna, maka gelembung-gelembung sekresi mengangkutnya menuju ke permukaan sel. 

Selanjutnya, jika mebran gelembung-gelembung sekresi sudah bersatu dengan sel, maka bahan-bahan tersebut akan disekresikan keluar sel dengan cara eksositosis. Berdasarkan hal tersebutlah badan golgi dapat disimpulkan, bahwa badan golgi tersebut berperan sebagai alat sekresi protein dan lendir, sehinggan badan golgi disebut juga dengan organel sekresi.

5. Lisosom

Lisosom strukturnya berbentu oval (bundar) yang berisi sejumlah enzim pencernaan dan dibatasi oleh membran tunggal. Contohnya pada proses fagositosis bakteri oleh sel darah putih (leukosit) selanjutnya akan dicerna kembali oleh enzim-enzim lisosom. Lisosom juga mencernakan organel-organel sel yang sudah tua atau yang sudah rusak. Selajutnya tempat organel yang dicernakan tadi akan diisi lagi oleh organel yang baru. Pada sel spermatozoa, lisosom terdapat pada kepala spermatozoa yang berperan penting pada proses fertilisasi, saat proses penembusan sperma masuk kedalam ovum (sel telur).

6. Peroksisom

Peroksisomberstruktur mirip dengan lisosom yang biasanya berukuran lebih kecil daripada lisosom. Peroksisom mengandung banyak ezim yang berkontribusi dengan metabolisme H2O2 yang salah satu contohnya adalah enzim katalase. Enzim katalase banyak terdapat pada sel hati dan ditemukan juga pada semua sel hidup.

Enzim katalase tersebut berfungsi untuk menguraikan H2O2 (hidrogen peroksida) menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Senyawa H2O2 bersifat racun yang bisa merusak sel, terbentuknya senyawa ini dalam proses respirasi sel.

7. Sitoskeleton

Sitoskleton merupakan dari benang-benang yang tesusun dari flagelum dan silium. Sitoskleton berfungsi sebagai mempertahankan bentuk sel dan sebagai penyokong sel. dan juga berperan pada perubahan pada bentuk sel dan erat kaitannya dengan gerak dari organel sel dan gerak dari keseluruhan sel.

Benang yang menyusun sitoskleton dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

a. Mikrofilamen, merupakan benang-benang tipis yang sering disebut degan filamen aktin, benang-benang protein aktin memiliki diameter sekitar 7 nanometer, yang tidak dimiliki oleh semua sel. Fungsi mikrofilamen diantaranya untuk gerak ameboid, pembelahan sel,kontraksi otot, mempertahankan bentuk sel dan berperan juga dalam mengubah bentuk sel.

b. Mikrotubulusmikrotubulus berbentuk pipa atau tabung dengan diameter 25 nm yang tersusun atas molekul jenis tubulin. Berfungsi pada pergerakan sel, penempatan dan pergerakan organelm, mempertahankan bentuk sel serta gerak kromosom.

c. Filamen antara (Intermediet Filament)Tersusun atas komposisi protein yang berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis sel lainnya. Berperan dalam memperkuat dan mempertahankan bentuk sel. sangat dominan keberadaannya dalam sel yang sering mendapat tekanan mekanik misalnya pada sepanjang serabut syaraf dan sel-sel epitel kulit.

8. Sentriol

Sentrosom secara umum terdapat pada seluruh sel hewan, strukturnya berbentuk bintang yang letaknya pada sitoplasma dekat dengan membran inti. Pada saat pembelahan sel mitosis mapun meisosis, sel mengandung 2 sentriol yang terdapat dalam sentrosom. Sebuah sentriol tersusun atas 9 set tabung yang berisikan masing-masing tig buah mikrotubul yang berfungsi sebagai penggerak kromosom pada saat pembelahan sel.

Ketika sel membelah, sentrosom menggandakan dirinya dengan membentuk 2 sentrosom yang pindah keujung yang berlawanan sel. Masing-masing sentrosom selanjutnya mengeluarkan gelondong yang harusnya memisahkan DNS sel, membedakan sel kedalam 2 tiruannya yang selanjutnya dapat pecah menjadi sel segar. Sentriol juga berperan dalam menyediakan bantuan struktural untuk nukleusnya.

Demikianlah artikel mengenai "
Struktur Sel Hewan (Bagian-bagian sel Hewan)". Semoga bermanfaat, terimakasih telah berkunjung dan selalulah menjadi pecinta blog ini, sala senyum :)

Lanjutkan Membaca! :

* Transportasi Sel dan Mekanismenya

Pustaka :

http://www.biologi-sel.com/2012/06/struktur-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html
Riandari, Henny. 2009. Theory and Application of Biology. Solo. PT Tiga serangkai Pustaka Mandiri.
http://de-fairest.blogspot.com/2014/02/struktur-sel-hewan.html
http://rg-entongrahmat.blogspot.com/2009/08/membran-sel-bersifat-semi-permeabel.html
http://tttrrriewahyunie.blogspot.com/2012/11/transpor-aktif-dan-pasif.html

Friday, April 18, 2014

Komponen Penyusun / Struktur Kimiawi Sel (Biologi)



Setelah anda memahami mengenai “Sel :Pengertian, Teori Dan Sejarah Tentang Sel” tentu anda akan sangat mudah untuk memahami materi tentang “Komponen Penyusun / Struktur Kimiawi Sel (Biologi)” ini. Berikut uraiannya.

komponen kimia sel, struktur kimia membran sel, komponen kimiawi sel struktur dan fungsi sel, komponen kimiawi sel  rangkuman, komponen kimia sel struktur dan fungsi sel, komponen kimia sel, komponen kimiawi penyusun sel, komponen kimiawi sel organik dan anorganik
Komponen Penyusun / Struktur Kimiawi Sel (Biologi)

Setiap sel disusun oleh bahan-bahan organik dan anorganik. Dimana bahan organik meliputi : karbohidrat, protein dan lemak (lipid). Dan bahan anorganiknya meliputi : air, gas, dan garam-garam mineral. Dimana setiap komponen tersebut memiliki peran dan fungsi masing-masing yang saling mendukung antara satu dengan yang lainnya.

A. Bahan – Bahan Anorganik

1. Air

Air merupakan salah salah satu unsur kimiawi sel yang terbesar, penyusun protoplasma (95 %). Protoplasma merupakan campuran bahan hidup dalam sel yang terdiri dari cairan koloid campuran dari bahan-bahan organik dan organel-organel sel yang biasanya tidak termasuk vakuola yang besar, dan protoplasma dilindungi oleh membran plasma. Membran plasma juga merupakan bagian dari protoplasma.

Pada sel, air memiliki banyak peran diantaranaya sebagai transpotasi nutrisi antar sel, sebagai transportasi dari hasil sekresi dan ekresi, sebagai pelarut bahan-bahan organik, berperan dalam reaksi-reaksi biokimia sel, menjaga ph sel dan juga mampu dalam menghantarkan maupun dalam mengabsorbsi panas, sehingga air sangat penting pada termoregulasi atau pengatur suhu.

2. Gas-gas

Diantara unsur kimiawi golongan gas dalam sel adalah nitrogen (N), ammonia (NH3), oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Unsur nitrogen dalam sel tidak terpakai namun dapat berikatan dengan sel dalam bentuk ion nitrat. Ammonia (NH3) merupakan gas hasil dari sisa metabolisme protein pada sel-sel hewan, ammonia bersifat toksik (racun) sehingga harus dieliminasi (dikeluarkan) dari tubuh agar tidak menyebabkan keracunan bagi tubuh. 

Oksigen bisa didapat dari sisa sintesis karbohidrat oleh tumbuhan melalui fotosintesis, dimana diadalam sel oksigen berperan sebagai oksidasi zat-zat makanan untuk memperoleh energi. Sisa metabolisme zat-zat makanan menghasilkan karbondioksida, dimana didalam tubuh hewan karbohidrat berperan dalam pembentukan ion CO3- dan HCO3-. Dan bagi tumbuhan karbondioksida berperan sebagai bahan mentah bersama air untuk menyintesis karbohidrat, dan sisa dari sintesis karbohidrat bisa menghasilkan oksigen.

3. Garam-garam Mineral

Garam-garam  mineral yang terdapat dalam sel yaitu pada protoplasmanya berada dalam bentuk ion-ion, ion positive maupun negative. Berasal dari garam (NaCl, CaSO4, MgCl2, MgCl2, KH2PO4), asam (HCl, HNO3) , basa ( NaOH, KOH), kation ( H+, NH4+, Ca2+, K+, Na+), anion (OH-, HCO3-, Cl-, NO3-).


B. Bahan-Bahan Organik

Bahan organik didalam sel terdiri atas karbohidrat, protein dan lemak.

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah kelompok senyawa organik yang terdiri dari unsur H,C,O. biasanya tersideia dalam bentuk gula sederhana monosakarida (glukosa dan fruktosa) dimana monosakarida tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi molekul yang lebih kecil lagi 2 molekul sederhana , disakarida (maltosa) dimana disakarida merupakan gabungan dua unit sakarida dan jika dihidrolisis maka disakarida akan berubah menjadi 2 monosakarida.  Dan beberapa molekul monosakarida bisa bergabung dan membentuk polisakarida ( pektin, lignin, kitin, zat pati, amilum dan selulosa). Dan fungsi utama dari karbohidrat adalah sebagai sumber energi.

2. Protein

Protein tersusun atas unsur C,H,O dan juga unsur N dan kadang-kadang ditambah dengan unsur Fe dan S pada beberapa jenis protein. Secara sederhananya protein adalah ikatan dari polimer asam amino yang membentuk ikatan bersama yang disebut peptida dan kemudian membentuk ikatan peptida yang disebut polipeptida. Satu protein terdiri dari satu atau lebih ikatan polipeptida. Diantara fungsi protein adalah membentuk organel sel, selaput sel, senyawa lain, menggantikan atau memperbaiki jaringan yang rusak dll. 

3. Lemak (Lipid)

Lemak disusun oleh unsur karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Senyawa utama yang membentuk lemak adalah asam lemak dan gliserol( sejenis alkohol). Diantara fungsi lemak adalah sebagai cadangan energi, mengatur peredaran lemak, sebagai struktur kimiawi membran sel bersama dengan karbohidrat dan protein. Sifat lemak tidak bisa larut dalam air dan bisa larut dengan menggunakan pelarut organik seperti eter dan etanol dll.


Demikianlah artikel kali ini, semoga bermanfaat. Terimaksih telah berkunjung, dan tetaplah jadikan blog artikel kedokteran hewan sebagai blog favorit anda ! :)

Silahkan lanjutkan membaca tentang :
Pustaka :

http://aztazvir.blogspot.com/2010/11/susunan-kimiawi-sel.html
http://tawon-dash.blogspot.com/2013/04/komponen-kimiawi-sel.html
http://maulidascout.blogspot.com/2012/11/komponen-kimia-sel.html
http://pelajaranbiologi-sma1.blogspot.com/2012/05/komponen-kimiawi-sel.html
http://de-fairest.blogspot.com/2014/02/struktur-sel-hewan.html
http://artikelkedokteranhewan.blogspot.com/2014/04/sel-pengertian-teori-dan-sejarah-tentang-sel.html


Tags :

komponen kimiawi sel struktur dan fungsi sel
komponen kimiawi sel 
rangkuman komponen kimia selstruktur dan fungsi sel
komponen kimiawi penyusun sel
komponen kimiawi sel organik dan anorganik
struktur kimia membran sel

Thursday, April 17, 2014

Sel : Pengertian, Teori Dan Sejarah Tentang Sel

Sel : Pengertian, Teori DanSejarah Tentang Sel - Pengetahuan tentang sel merupakan basis dari mempelajari berbagai disiplin ilmu pengetahuan alam, namun pada kebanyakan pengetahuan ini sering terlupakan, maka dari itu artikel ini muncul sebagai pengingat atau penambah wawasan yang penulis rangkum dari berbagai sumber bacaan yang relevan.

Pengertian Sel

gambar sel, sel hewan, teori sel, sejara sel, pengertian sel
Contoh Sel Gabus

Sel adalah satuan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup, yang terdiri atas membran plasma, sitoplasma, organel-oraganel sel dan nukleus. Itulah pengertian sel secara sederhananya, namun setiap orang mungkin akan mendefinisikan sel dengan rangkaian kata yang berbeda namun hakikatnya bertujuan sama. Sejarah dan teori sel menurut para ahli dibawah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas mengenai sel.

Sejarah dan Teori-teori Sel

1. Robert Hooke (1665)

gambar sel, sel hewan, teori sel, sejara sel, pengertian sel
Belajar Teori Sel

Robert Hooke merupakan orang pertama yang memberi nama sel, sel diambil dari bahasa latin yaitu cellula yang berarti ruang atau rongga. Dengan menggunakan mikroskop sederhana buatan sendiri Robert Hooke mengamati irisan gabus kering, hooke menyatakan bahwa sel sebagai ruang-ruang kecil yang dibatasi dinding.



2. Antony Van Leeuwenhoek

Pada masa yang sama dengan Robert Hooke. Antony Van Leeuwenhoek dengan mikroskop buatannya sendiri berhasil mengamati spermatozoid, khamir bersel tunggal, sel darah merah, bakteri dan protozoa. Pada salah satu surat yang dikirimkan Antony Van Leeuwenhoek kepada Royal Society (Sebuah perkumpulan ilmiah Inggris) menggambarkan adanya sesuatu yang bergerak dalam air liur, yang disebutnya dengan diertjen/dierken yang artinya hewan kecil yang diyakini sebagai bakteri.

3. Marcello Malpighi (1675-1679)

Dia menjabarkan unit penyusun tumbuhan yang disebutnya Utricle (Kantong kecil), dimana setiap rongga tersebut berisi cairan serta dikelilingi dinding yg kokoh.

4. Felix Fontana (1781)

Felix Fontana merupakan orang pertama yang menemukan inti sel pada sel hewan. dan dia juga menggambarkan adanya anak inti atau disebut nukleolus didalam inti (nukleus).

5. Rene Dutrochet (1824)

Menurutnya semua organ jaringan organ tumbuhan tersusun atas sel-sel dan demikian juga dengan jaringan pada hewan.

6. Francois Vincent Raspail (1825)

Menurut Raspail setiap sel berasal dari sel sebelumnya yang telah ada.

7. Hanstein (1880) :

Menurut Hanstein Sel merupakan kantong yang berisi organel.

8. Lorenz Oken (1805)

Menurutnya smua organisme hidup berasal dari dan tersusun atas sel-sel.

9. Robert Brown (1831)

Merupakan orang pertama yang menjabarkan bahwa nukleus adalah bagian dari sel hidup.

10. Matthias Jacob schleiden (1838)

Menurutnya semua tumbuhan tersusun atas sel-sel dan sel merupaknan unit struktural dan fisiologi pada makhluk hidup.

11. Theodore Schwann (1839)

Menurut schwan semua hewan dan semua makhluk hidup tersusun atas sel-sel dan produk sel.

12. Johannes Purkinje (1839)

Dialah orang pertama yang menemukan istilah protoplasma atau bahan pertama.

13. Alexander Braun (1845)

Menurutnya sel adalah unit dasar kehidupan.

14. Jugo von Mohl (1846)

Dia menyatakan protoplasma adalah bahan hidup kehidupan.

15. Rudolf Virchow (1858)

Menurutnya sel berasal dari sel lainnya.

16.  Eduard Strasburger and Augtust Weismann (1855)

 Faktor-faktor hereditas berasal dari nucleus.

17. Max Schultze (1861)

Menurutnya  sel merupakan unit fungsional terkecil makhluk hidup.

gambar sel, sel hewan, teori sel, sejara sel, pengertian sel

18.  Rudolf Virchow (1858)

Dia mengenalkan mengenalkan istilah sitoplasma(material dalam sel yang terpisah dari nukleus).

Demikianlah beberapa para ahli dan pendapatnya tentang sel, semoga dapat membantu dalam memahami definisi sel. Jika ada salah dalam penulisan maupun dalam mencantumkan sumbernya, penulis dengan senang hati untuk memperbaikinya. Terimakasih telah berkunjung dan selalulah berkunjung ke blog ini.

Silahkan lanjutkan membaca !: 
Komponen Penyusun / Struktur Kimiawi Sel (Biologi)


Pustaka :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi)#Teori_sel

http://www.grahamahakam.com/2013/08/teori-tentang-sel-menurut-beberapa-ahli.html

http://www.biologi-sel.com/2012/12/teori-sel.html

http://dhiibhiehh.blogspot.com/2011/08/sel-biologi.html

Riandari, Henny. 2009. Theory and Application of Biology. Solo. PT Tiga serangkai Pustaka Mandiri.