Showing posts with label Kebuntingan. Show all posts
Showing posts with label Kebuntingan. Show all posts

Wednesday, January 22, 2014

Rahasia Untuk Memudahkan Proses Sapi Melahirkan

Banyak terjadi kasus kematian foetus atau anak sapi karena sulit dalam proses kelahirannya (distochia). Ada beberapa faktor terjadinya distochia antara lain :

    sapi melahirkan, proses sapi melahirkan, susah melahirkan
  • Tulang kemudi induk terlalu sempit sehingga anak susah keluar
  • Kurangnya tenaga induk untuk merejan
  • Ukuran induk terlalu kecil
  • Anak yang akan dikeluarkan terlalu besar 
  • Herediter
  • Mal nutrisi

Distochia atau sulit melahirkan juga dapat diakibatkan kesalahan dalam memilih bibit yang akan di IB-kan atau dikawinkan dengan sapi betina. Misalnya, bibit yang dipilih adalah bibit unggul dengan bobot lahir yang besar, lalu kita kawinkan atau IB-kan dengan induk yang kecil. Maka pada saat sapi melahirkan, anak akan sulit keluar dari organ reproduksi induk karena terlalu sempit. Tak jarang kasus distochia menyebabkan kematian pada induk atau anak, atau kedua-duanya.

Ada beberapa cara yang dapat mengatasi sulit melahirkan pada sapi, yang dapat dijadikan alternatif agar sapi mudah melahirkan,  cara ini boleh dikatakan sudah populer dimasyarakat, karena ada masyarakat biasa yang melakukan hal ini. Berikut cara tersebut :

1. Menyiram dengan air

    Setelah tanda kelahiran sudah dekat maka punggung dan vulva disiram dengan air (air biasa).Mungkin dimaksudkan agar struktur jaringan sapi lebih elastis sehingga mudah saat kelahiran. Dan juga air yang yang disiramkan dapat menstimulasi antibody dan sistem saraf sapi agar lebih aktif, sehingga sapi akan kuat dan aktivitas sistem tubuhnya tetap berjalan normal saat dan setelah sapi melahirkan.

2. Daun bambu

    Daun inilah yang  digunakan masyarakat apabila sapi susah untuk melahirkan. Caranya, dengan memberikan daun bambu yang agak masih muda (bukan yang tua/ kering) kepada sapi yang sulit melahirkan. Atau dapa juga diberikan saat tanda birahi sudah terlihat. Sedangkan tanda kelahiran  sudah jelas (kaki anak sapi sudah keluar). Mungkin dimaksudkan kalau struktur daun bambu itu kasar tentu membuat rumen berkontraksi lebih cepat sehingga mendorong organ reproduksi sapi kebelakang. 

Untuk jumlah yang diberikan janganlah terlalu banyak, jika terlalu banyak bisa mengakibatkan Prolapsus Uterina (organ reproduksi dalam menyembul keluar melalui vavulva), diakibatkan kontraksi rumen yang terlalu cepat karena stimulasi dari kekasaran daun bambu tersebut.

Untuk lebih baiknnya, kombinasikan kedua cara terbut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kalau kita lihat prinsipnya kedua cara diatas dapat pula kita apilkasikan kepada ruminansia lainnya seperti kerbau, kambing, domba dll.

Kepada rekan-rekan kalau ada pertanyaan, kritikan ,saran, atau tambahan. Silahkan untuk berkomentar dikotak yang sudah tersedia. Jangan lupa likenya ya.....!!!, Salam Senyum :) 







Wednesday, September 4, 2013

Inseminasi Buatan (IB) Pada Hewan

Pengertian dan Sekilas Sejarah Inseminasi Buatan Pada Hewan

Inseminasi buatan (IB)  atau disebut juga dengan kawin suntikmerupakan suatu trobosan yang boleh dikatakan baru dalam membantu peternak untuk meningkatkan hasil produksi. Sekarang IB diIndonesia boleh dikatakan sudah mulai memasyarkat, khususnya pada sapi. Karena sudah banyak masyarakat yang tahu dan melakukan IB pada ternak mereka.

IB dapat kita artikan sebagai suatu proses pemasukan sperma dengan beberpa perlakuan pada sperma sebelumnya kedalam vagina hewan yang sedang birahi. Pada abad ke 14 seorang pangeran dari negri arab dalam peperangan mengambil semen pada kuda musuh yang baru saja dikawinkan dengan menggunakan tampon kapas, kemudian tampon kapas tersebut dimasukkannya kedalam saluran reproduksi kudanya yang sedang birahi. Hasilnya kuda betina tersebut bunting, inilah sekilas kisah awal tentang IB

inseminasi buatan pada hewan, ib pada hewanYang mempengaruhi keberhasilan IB 


  • Usia calon induk
  • Usia pejantan yang diambil spermanya
  • Usia sperma didalam straw
  • Kondisi semen yang dimasukkan
  • Waktu dilakukan inseminasi
  • Kondisi organ reproduksi calon induk
  • Proses inseminasi yang benar atau tidak
  • Pakan / nutrisi yang diberikan kepada calon induk sebelum inseminasi dan sesudah insminasi
  • Dll.


Tujuan IB

  • Memperbaiki mutu genetik dan fenotipe hewan.
  • Menghemat waktu dan biaya karena pejantan tidak diharuskan dibawa ketempat yang diperlukan.
  • Meningkatkan kelahiran dalam waktu yang dibutuhkan
  • Mencegah penularan penyakit
  • Mengoptimalkan penggunaan pejantan unggul dalam  jangka waku yang lama dan penyebarannya lebih luas.

Keuntungan IB

  • Menghemat biaya produksi
  • Tidak diharuskan mencari pejantan
  • Kebuntingan/kelahiran dapat diatur
  • Mencegah kawin keluarga / sedarah (inbreeding)
  • Sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama
  • Menghindari ternak / hewan tertular penyakit
  • Dll.

Kerugian IB

  • Dapat terjadi infeksi pada saluran kelamin apabila terjadi pendarahan saat inseminasi
  • Kebuntingan tidak akan terjadi apabila identifikasi birahi tidak dilakukan dengan benar
  • Kesulitan melahirkan apabila induknya kecil sedangkan bibit yang dimasukkan berukuran besar
  • Terjadinya kawin sedarah apabila bibit yang digunakan tidak dipantau
  • Sifat genetik dan fenotipe menurun apabila bibit yang digunakan tidak dipantau
Demikianlah artikel kali ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Jika ada saran atau kritik, monggo untuk disampaikan pada kolom komentar dibawah ini. Jangan lupa likenya untuk membantu perkembangan blog sederhana ini. Terimakasih, salam senyum :)

Source :

http://ednadisnak.blogspot.com/2011/05/tujuan-keuntungan-dan-kerugian.html

http://www.amazine.co/18849/persentase-tingkat-keberhasilan-inseminasi-buatan/

http://ilmuternak.wordpress.com/materikuliah/reproduksi-ternak/sejarah-dan-manfaat-inseminasi-buatan/

foto :

http://kickdahlan.wordpress.com/2012/12/03/kupasan-mh54-teknik-inseminasi-buatan-pada-sapi/